Home e-Warta Renungan Sepekan (read more…)

Renungan Sepekan (read more…)

by Alvin

Berita kebangkitan jasmani Yesus Kristus memang sudah dipelintir sejak awalnya, tidak hanya di masa modern yang sangat mengandalkan pemikiran ilmiah peristiwa itu dianggap tidak terjadi sebenarnya. Dalam Matius 28:11-15 tercatat bahwa para prajurit yang terkejut menyaksikan malaikat membuka makam Yesus (28:4) itu datang mengabarkan kepada para imam besar soal kejadian itu. Nampaknya karena sudah terlanjur mereka menggerakkan skenario hingga Yesus disalib, sulit bagi mereka untuk membiarkan berita kejadian yang sesungguhnya itu tersebar. Mereka bisa disalahkan oleh rakyat karena sudah terbukti merancang pembunuhan Seorang Yang Diurapi Allah itu. Maka, para imam besar dan para tua-tua bersepakat untuk mengarang cerita dan mereka membayar mahal untuk membungkam para saksi mata. Perlu kita ingat bahwa yang berinisiatif membuat cerita bohong ini adalah para pemimpin agama, umat Allah.

Para prajurit itu, mungkin sekilas seperti tak ada kepentingan dan hanya mengutamakan soal uang suap yang mereka terima. Tapi jika kita perhatikan lebih jauh, keterlibatan mereka dalam menyebarkan berita bohong itu sebenarnya merugikan mereka. Pasukan macam apa yang tidur di sekitar batu besar penutu makam tapi tidak terbangun waktu batu tersebut digeser orang? Keterlibatan mereka dalam konspirasi itu sesungguhnya menghancurkan reputasi mereka luar biasa.

Tapi seberapa pun memalukannya tindakan penyebaran kisah bohong itu, dampaknya luar biasa. “Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini” (28:15), menunjukkan awetnya berita itu. Pada waktu Injil Matius ditulis, diperkirakan sudah lebih dari 30 tahun sejak Yesus disalib, mati dan bangkit. Betapa lamanya berita itu masih dipercaya. Berapa banyak yang percaya di waktu sepanjang itu? Mungkinkah itu juga yang masih diteruskan hingga kini?

Belajar dari kisah itu, mari umat Allah, kita berawas-awas supaya tidak menjadi inisiator maupun penyebar berita bohong. Bayangkan sebuah skenario dimana Anda memulai atau menyebarkan berita bohong di tempat kerja, atau di sekolah, atau di rumah atau di gereja. Akan seberapa besar dampaknya kira-kira? Akan lebih mudah mengatakan yang benar atau yang bohong itu? Manakah yang lebih memancarkan kuasa kebangkitan Tuhan Yesus di dalam dan melalui hidupmu?

Tuhan Yesus memberkati (by Ev. Johan A. Santoso)

Related Posts