Home e-Warta Renungan Sepekan (read more…)

Renungan Sepekan (read more…)

by Alvin

Perabot Mulia

2 Timotius 2: 16-21

Timotius 2:20
Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

Suatu hari, saya sedang berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan. Saya berencana untuk membelikan kakak saya hadiah pernikahan berupa seperangkat peralatan makan. Ketika sedang melihat-lihat, saya menyadari bahwa meskipun barangnya sama-sama berupa peralatan makan, tetapi bahan yang digunakan ternyata sangat menentukan harganya. Yang terbuat dari bahan plastik tentu lebih murah daripada yang terbuat dari bahan stainless steel. Namun yang terbuat dari perak ternyata jauh lebih mahal lagi, belum lagi yang terbuat dari emas. Tentu saja semakin bagus dan mahal, peralatan makan tersebut akan semakin diistimewakan penggunaannya.

Seperti yang tertulis pada 2 Timotius 2:20 bahwa bahan dari setiap perabot menentukan kegunaannya. Di Alkitab sering kali kita baca bahwa perkakas emas adalah perkakas yang dipakai oleh raja-raja. Sedangkan rakyat jelata tentu saja hanya memakai perabot biasa-biasa saja. Sebetulnya hal ini tidak hanya berbicara mengenai peralatan makan, perkakas, maupun perabot yang ada di rumah saja, tetapi demikian jugalah dengan kehidupan kita. Apakah kita ini termasuk perabot emas dan perak yang siap dipakai Tuhan untuk maksud yang mulia, ataukah hanya terbuat dari kayu dan tanah?

Sadarilah bahwa Tuhan jelas menginginkan kita untuk menjadi perabot emas, bukan hanya sekedar yang terbuat dari plastik ataupun kayu dan tanah saja. Namun semuanya tergantung pada diri kita sendiri yang menentukan kita bisa menjadi perabot yang seperti apa. Tuhan merindukan kita menjadi perabot emas-Nya. Tuhan ingin memakai setiap dari kita untuk tujuan mulia-Nya. Akan tetapi, apakah kita mau dan siap dipakai-Nya untuk maksud yang mulia? Mulai saat ini, marilah kita semakin membuka hati dan mempersiapkan diri kita, sehingga kita boleh dipandang layak untuk dipakai menjadi perabot emas-Nya.

Tuhan butuh banyak perabot untuk pekerjaan kerajaan-Nya, jadilah perabot emas yang dipakai Tuhan untuk maksud Mulia.

Tuhan Yesus memberkati
by Pdt. Ria Susanti

Related Posts