Home e-Warta Renungan Sepekan (read more…)

Renungan Sepekan (read more…)

by Alvin

Youth Power

Sikap cinta tanah air dan deklarasi keyakinan iman Daud atas Tuhan yang Hidup saat menghadapi raksasa Goliat, diekspresikan Daud di usia belasannya.  Dan Daud pun secara ajaib menumbangkan Goliat dan itulah awal karier militernya yang kelak menjadi raja “the Legend of Israel”.

Demi idealisme kemurnian cinta Tuhan, Daniel dan kawan-kawan yang berusia belasan tahun,  berani menolak makanan persembahan berhala di tengah tekanan sikap kompromistis sebagai tawanan kerajaan musuh.  Terbukti, sikap teguh ini diberkati Tuhan dan mereka menjadi orang-orang kunci pemerintahan bangsa asing selama beberapa rezim.

Sejak dahulu memang orang muda  ditandai sebagai pendobrak zaman.  Psikologi orang muda yang penuh idealisme, berlimpah energi fisik, dan sikap tanpa beban, menjadikannya demikian.

Indonesia mencatat dengan tinta emas keberanian para pemuda era 1928, di tengah tekanan ancaman penjara pemerintah kolonial Belanda, mengadakan kongres yang melahirkan Sumpah Pemuda.   Soekarno muda pun juga bergolak menerobos ancaman Belanda lewat aksi politik kebangsaannya di tengah studi serius sebagai mahasiswa dengan ganjaran dipenjara di LP Sukamiskin Bandung dan dibuang ke Pulau Flores.

Gara-gara  jiwa buldozer barisan orang-orang muda ini, kita bisa dilahirkan sebagai warga dari negara yang sudah merdeka sejak 1945 dan bukan lagi bangsa terjajah tanpa harga diri.  Kini, 70 tahun Indonesia Merdeka juga memanggil orang-orang muda untuk mendobrak zaman dan memenangkan laga kompetisi antarnegara dunia.

Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2030-2040.  Yakni, jumlah penduduk usia produktif yang lebih besar dan diperkirakan mencapai 64%.  Dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas seluruh warga Indonesia dan terutama “the magical youth power” untuk berhasil mendayagunakan momentum tersebut bagi kemajuan bangsa di tengah globalisasi.

Bersediakah Anda dan saya menjadi jawaban bagi Indonesia Raya lewat kemudaan dan kejiwamudaan kita?  Jadilah Mimetai Kristus, Peniru Kristus, di mana pun kita berada untuk memviralkan pesan-pesan dan aksi-aksi nyata nan transformatif, baik di dunia medsos, dunia akademik, dunia kerja, dunia kemasyarakatan, dan berbagai bidang kehidupan.

Dan kiranya kelak Tuhan akan mencatat dengan tinta emas nama-nama kita karena berani mencintai Indonesia dengan segenap hati sebagaimana kita mencintai-Nya.

Tuhan Yesus memberkati
Ev. Sindunata Kurniawan

 

 

 

 

Related Posts