Home e-Warta Renungan Sepekan (read more…)

Renungan Sepekan (read more…)

by Alvin

Hati: Sumber Kehidupan

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. —Amsal 4:23

Dalam Amsal tertulis sebuah nasehat untuk menjaga hati dengan segala kewaspadaan karena dari sanalah terpancar kehidupan. Memeriksa hati kita saat ini, kehidupan macam apa yang terpancar? Memancar berarti mengeluarkan sinar dari dalam keluar, dan dapat dilihat oleh orang lain. Pemikiran, tutur kata, sikap, dan tindakan kita akan dapat dilihat dan dirasakan oleh orang lain. Sama seperti parfum, wangi yang ada pada tubuh kita dapat tercium oleh orang-orang sekitar kita. Tentu kita tidak akan memilih parfum yang tidak enak baunya. Tetapi isi hati seringkali tidak terlalu kita hiraukan jika dibanding dengan memilih parfum yang wangi. Mungkin kita cenderung memperhatikan apa yang terlihat diluar, apa yang terdengar saja. Tetapi apa yang ada dalam hati akan dapat menyentuh hati orang lain, sebuah tempat terdalam dalam kehidupan seseorang.

Sdr, Yesus telah memberi banyak contoh, lewat perkataan dan perbuatan-Nya. Ia ingin menyentuh hati kita, mengubahnya, dan menjadikannya baru. Mengapa hati? Karena Ia ingin memberikan kehidupan kepada kita. Dengan hati yang telah diubahkan, Ia ingin kita juga menyentuh banyak hati lainnya.

Dengan hati, kita akan mencari cara untuk mengasihi orang lain, untuk menolong yang dalam pergumulan, untuk mendoakan sesama, untuk melayani, untuk mengajarkan kebenaran, untuk mengiring orang kepada kehidupan. Kebaikan dan bahkan transformasi akan dimungkinkan jika kita melayani dan menolong orang lain untuk memahami serta menjalani berbagai hal dalam kehidupannya dengan hati. Hatilah yang membedakan Yesus dengan para ahli taurat. Hatilah yang membedakan kematian dan kehidupan. Hatilah yang menerangi orang yang tak berpengertian. Mari, kita mohon belas kasihan Tuhan Allah kita untuk menganugerahkan hati seperti hati-Nya sehingga kita dapat menuntun orang lain memiliki kehidupan seperti yang Allah inginkan. AMIN.
Tuhan Yesus memberkati
by Ev. Ester Boentoro

Related Posts