Skip to content

BATTLEFIELD

Akhir dari perjalanan seorang anak menyelesaikan pendidikannya di tingkat SD, merupakan awal baginya untuk menempuh jenjang pendidikan SMP. Di jenjang yang lebih tinggi, maka kesulitan yang dihadapinya pun akan lebih tinggi, begitu seterusnya.

 

Berbicara mengenai battlefield, pernahkah saudara menonton film peperangan? Jika saudara pernah dan juga memperhatikan, dalam beberapa film perang, misi sebuah kelompok seringkali adalah untuk mencari tentara musuh dan menghancurkan mereka. Adegan dimana tentara musuh yang awalnya tidak terlihat, tetapi tiba-tiba muncul dan menyerang, seringkali membuat penonton menjadi tegang.

 

Di zaman yang modern karena kemajuan teknologi yang begitu luar biasa, maka serangan musuh bukan hanya muncul dalam bentuk tentara dengan berbagai macam senjata, tetapi dapat datang juga dari daratan, udara dan lautan, dengan bentuk yang sulit di deteksi. Banyak sekali anak-anak Tuhan mudah terjebak dan dirusak karena mata yang hanya dapat melihat visible enemy tanpa mempertimbangkan invisible enemy. Padahal ada musuh yang sebenarnya dapat menghancurkan kerohaniannya. Inilah peperangan/pertempuran yang paling sulit, karena jika kita lengah sedikit maka peluang terbuka untuk si iblis menyerang.

 

Sebagai seorang yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan atas hidupnya, pertobatan merupakan awal dari kehidupan bersama Kristus. Kita masih harus bertahan hingga mencapai garis akhir dalam menghadapi peperangan rohani. Firman Tuhan dalam Efesus 6:12 berkata demikian,

“Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”

 

Melalui Firman Tuhan di atas kita dapat mengetahui bahwa Paulus hendak menegaskan bahwa kita harus mempersiapkan diri bukan hanya sekedar melawan musuh dalam bentuk manusia biasa, bukan sekedar melawan manusia yang terdiri dari darah dan daging, melainkan lebih dari pada itu.

Oleh karena itu Paulus kembali menyarankan agar kita dapat mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah agar kita dapat melawan si iblis (ayat 13). Mungkin terbesit dalam pikiran saudara, Apakah iblis adalah musuh yang dapat dikalahkan atau tidak dapat dikalahkan? Jawabannya adalah Iblis telah dikalahkan oleh Yesus Kristus melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib. Tetapi kita tidak boleh lengah, sebab iblis berusaha dengan berbagai cara untuk membuat anak-anak Tuhan jatuh dan hidup tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

 

Peperangan ini dapat berlangsung kapan saja selama 24 jam sehari. Pertempuran rohani tidak mengenal waktu dan tikak tahu persis kapan musuh datang menyerang. Oleh karena itu kita harus senantiasa berjaga-jaga. Iblis seringkali memanfaatkan kelemahan dan keangkuhan kita, sehingga kita jatuh. Mari selidiki diri saudara masing-masing, Apakah yang menjadi kelemahan saudara? Apakah masalah kesombongan? Apakah iri hati? Apakah cinta uang? Apakah hati yang membenci pribadi-pribadi tertentu? Apakah kekhawatiran? Apakah kemarahan? Oleh sebab itu, kita perlu mengenal diri sendiri dan juga kelemahan-kelemahan kita.

 

Marilah kita terus menjaga kehidupan kita, menjaga kekudusan hidup kita, sebab dengan kekuatan dan Roh Tuhan maka kita dapat mengalahkan tipu muslihat si Iblis di dalam berbagai peperangan/battlefield. Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 4:4 berkata demikian,

“… sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari roh yang ada di dalam dunia.”

 

Tuhan Yesus memberkati!