DIVINE DELIVERANCE

Hi ICFers!
Bagaimana kabar saudara sekalian? Pernahkah saudara merasa bahwa Tuhan terlambat menolong atau seakan tidak menolong saat krisis melanda? Mungkin saat itu saudara bertanya-tanya, apakah Tuhan tidak sanggup menolong atau Dia sudah tidak peduli kepada kita?
Mungkin hal itulah juga yang dirasakan oleh umat Israel saat melihat pasukan Firaun mendekat. Mereka menghadapi jalan buntu karena di hadapan mereka membentang Laut Teberau yang mustahil untuk diseberangi, sedangkan kereta bangsa Mesir pun sudah semakin dekat. Musa memang sudah memberikan janji dan jaminan Tuhan bahwa mereka tidak akan ditangkap lagi oleh Firaun. Kenyataannya Firaun semakin dekat, sementara belum ada tindakan sama sekali, baik dari Musa maupun dari Tuhan. Namun justru pada saat itu Tuhan menyatakan kedaulatan-Nya. Ia tidak terlambat bertindak dan tidak pernah terlambat. Ia tidak tinggal diam (Kel. 14:13, orang Israel akan diam saja), melainkan campur tangan dengan melakukan mujizat yang besar, yang pertama kali mereka saksikan seumur hidup mereka.
Allah sekali lagi hendak memperlihatkan kepada Israel bahwa Dia berkuasa untuk menolong mereka luput dari bahaya. Pertama, Allah melindungi Israel dengan tiang awan yang menggelapkan sehingga menghalangi tentara Mesir menghampiri mereka
Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu. – Kel. 14:19-20
Kedua, Tuhan membelah Laut Teberau sehingga Israel bisa menyeberanginya dengan selamat.
Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu Tuhan menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. – Kel. 14: 21-22
Ketiga, Allah membinasakan Firaun dan seluruh pasukan Mesir dengan menenggelamkan mereka di laut itu.
Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorang pun tidak ada yang tinggal dari mereka. – Keluaran 14:28
Setelah Allah memberikan bukti kepada bangsa Israel siapa Diri-Nya, maka bangsa Israel menjadi takut dan percaya kepada Allah (ayat 31). Keempat, Allah menjadikan padang gurun menjadi taman Tuhan. Pemeliharaan Tuhan terjadi dengan hebat, sebab DIA Allah yang Mahakuasa. Roti, daging, dan air Tuhan mampu sediakan di tempat sukar sekalipun (Kel 16:8, 17:1-7).
Tuhan bertindak tepat pada waktunya dalam kebuntuan, ketegangan, dan ketakutan yang sedang dihadapi manusia dengan memberikan jalan keluar kepada mereka. Dia menyatakan kuasa-Nya. Pertama-tama dengan tiang awan-Nya yang membuat malam menjadi sangat gelap sehingga pasukan Mesir tidak dapat mendekati umat Israel semalam-malaman (ayat 19-20). Dengan memakai tongkat Musa yang diulurkan ke Laut Teberau, kemudian Tuhan membelah laut tersebut sehingga terbentuk tanah kering untuk dilalui umat Israel ke seberang. Umat Israel pun menyeberang dengan selamat. Dan akhirnya, dengan kuasa dahsyat-Nya atas alam, Ia menenggelamkan pasukan Firaun di laut Teberau hingga binasa.
Dari sini kita dapat melihat pembebasan ilahi yang dilakukan oleh Tuhan bagi bangsa Israel. Demikian juga dengan hidup kita. Tuhan tidak pernah terlambat bertindak, kuasa-Nya yang dahsyat sanggup menyelesaikan masalah sebesar apapun. Karena itu jangan pernah kehilangan iman kita kepada Tuhan. Ia peduli dan akan bertindak dalam kuasa dan kedaulatan-Nya. Entah Dia akan melalukan krisis itu secepatnya atau Dia akan meningkatkan kekuatan anak–anak-Nya dalam menghadapi krisis tersebut. Tuhan ingin setiap orang yang percaya kepada– Nya hidup berkenan dalam ketaatan dan kemurnian iman.
Tuhan Yesus memberkati!