Home Activity “Dimerdekakan untuk memerdekakan orang lain” by Elisa Pramono
“Dimerdekakan untuk memerdekakan orang lain” by Elisa Pramono

“Dimerdekakan untuk memerdekakan orang lain” by Elisa Pramono

by Alvin

“Dimerdekakan untuk memerdekakan orang lain” by Elisa Pramono

Dimerdekakan untuk memerdekakan | Saya mau menyaksikan kebesaran dan kebaikan Tuhan, khususnya di bulan ini ketika kita sama-sama belajar mengenai kemerdekaan, dan saya merasakan bahwa setiap topik Firman Tuhan bulanan itu bukan hanya menjadi sekedar topik , namun menjadi pengalaman hidup dalam kepribadian saya sehari-hari.

Karena saya percaya topik-topik yang disampaikan bukan manusia yang mengaturnya, tetapi Tuhan yang mengatur. Sehingga ketika “kita” sebagai jemaat dibawa dalam proses, kita mengalami kekuatan dari kuat kuasa Firman Tuhan yang kita dengar setiap minggunya.

Khususnya di dunia pekerjaan yang sedang saya kerjakan saat ini, saya betul-betul merasakan kemerdekaan dari Tuhan itu sedang terjadi. Tentunya, Kemerdekaan diraih dengan tidak gampang, banyak hal yang harus dikorbankan dan dipertaruhkan.

Saya sempat berbincang dengan Ps. Redy tentang rencana saya yang ingin mengundurkan diri dari pekerjaan saya saat ini. Ada beberapa hal yang membuat saya tidak sanggup untuk bekerja dibawah kepemimpinan CEO dikantor saya saat ini, yang membuat saya bulan lalu mengajukan surat pengunduran diri.

Saya merasa tidak damai sejahtera lagi bekerja di bawah karakter kepemimpinan beliau, yang menurut saya kalau saya submit diri saya terhadap typical pemimpin seperti beliau, maka itu dapat merusak karakter saya.

Saya sempat tidak bekerja selama 2 minggu dan mencari pekerjaan pengganti. Bahkan sampai saya downgrade untuk apply di level staff, Namun saya tidak ada menerima feedback apapun. Sampai saya berpikir, ini saya salah dimana Tuhan ?. Ya, kadang manusia suka berpikir dan bertindak sesuai kemauannya sendiri. Saya pun tersadar dan berserah kepada Tuhan. “ Tuhan jadilah apa yang Kau mau“.

Tak lama kemudian CEO saya menelpon saya, sembari menanyakan kabar saya, dia menanyakan apakah saya masih memiliki hati untuk kembali bekerja?. Ketika saya mendengar hal itu, saya cuma teringat ketika kita berserah disaat itu Tuhan berikan Jawaban. Saya menyadari bahwa Tuhan sedang proses saya dan Tuhan pun sedang memproses atasan saya. Akhirnya saya menerima kembali tawaran beliau. Kami lakukan proses mediasi dan beliau mau memperbaiki diri.

Dalam 3 minggu ini saya kembali bekerja, saya melihat ada perubahan yang terjadi dalam diri beliau. Kekuatan saya juga terinspirasi dari kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, ketika mereka masuk kedalam dapur perapian (Daniel 3:17-18) , mereka katakan : Allahku bisa menolong kami, Dia dapat menyelamatkan kami, TETAPI SEKALIPUN TIDAK, aku tidak akan menyembah allahmu ( Allah Nebudkanezar ) yang artinya sekalipun Allah tidak menolong, penyembahanku tidak akan terarah kepada Allah yang lain.

Itu yang saya rasakan bahwa Tuhan ikut campur dalam dunia marketplace dengan memperlihatkan kebesaran dan kebenaran-Nya. Saya pun belajar hal yang baru kalau dulu saya tunggu pekerjaan saya settle dulu baru saya terlibat dalam pelayanan Tubuh Kristus , sekarang saya merasa itu tidak adil untuk Tuhan, dan saya memutuskan untuk siap berkontribusi dalam pelayanan Tubuh Kristus.

Kiranya kemerdekaan yang Tuhan sudah berikan untuk kita, dapat kita terapkan dalam pekerjaan, relasi kita dan apapun yang kita lakukan.

Related Posts