MEANINGFUL LIFE

Ketika kita duduk di bangku Sekolah Dasar, kita pasti pernah berpikir bahwa teman SD kita yang akan menemani kita selamanya. Sampai akhirnya kita masuk SMP dan kita kecewa karena kita terpisah dengan teman-teman SD kita. Dan kita menjadi berpikir bahwa teman SMP kitalah yang akan menemani kita terus, tetapi kita kecewa lagi karna harus terpisah dengan SMP kita. Dan siklus ini terulang sampai memasuki masa SMA, bahkan kuliah. Satu hal yang menyadarkan saya bahwa perpisahan adalah suatu hal yang pasti terjadi. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah, kesan apakah yang akan kita tinggalkan ketika kita terpisah dengan orang-orang di sekitar kita? Atau bahkan ketika kita meninggal, apakah yang akan diingat oleh orang lain tentang kita?

Kita tidak berada di dunia ini untuk selamanya. Sebagai orang yang percaya, kita tidak punya waktu untuk sia-siakan. Ibarat sebagai orang asing yang tinggal di negeri orang untuk bekerja, maka setiap harinya visa kerja kita akan habis, dan Tuhan akan memanggil kita pulang.

Sebagai orang percaya, kita perlu tahu bahwa Allah Bapa adalah hakim yang adil dan benar, sehingga tidak ada seorangpun yang dapat luput dari penghakiman-Nya. Pada ayat 17, Petrus mengasihatkan kita sebagai orang percaya agar kita menyadari status sebagai orang yang telah memperoleh keselamatan dengan hidup takut akan Tuhan. Hidup dengan taat, tidak hidup menuruti hawa nafsu dan menjaga kekudusan (ayat 14-15).  

Kita yang sudah mendapatkan anugerah keselamatan yang begitu luar biasa dari Tuhan, sudah sewajarnya menghargai dan membalas kasih Tuhan. Untuk itu, marilah hidup dalam kebenaran dan mewujudkan iman kita dengan hidup saling mengasihi, baik kepada orang yang sudah percaya maupun mereka yang belum percaya sehingga mereka pun dapat merasakan kasih Kristus melalui kehidupan kita. Maka kapan pun Tuhan memanggil kita, di dapati kita setia dan orang-orang di sekitar kita pun dapat mengingat segala perbuatan kita yang sesuai dengan kehendak-Nya.